Banjir DKI Jakarta, salah siapa?

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono 
Banjir yang kembali menggenangi Jakarta akibat curah hujan ekstrem mencapai 278 mm/hari sejak malam tadi, melumpuhkan sebagian besar wilayah Jakarta. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyebut banjir yang melanda Ibu Kota menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya Pemprov DKI Jakarta.

"Gini, kalau soal ibu kota negara, semua bertanggung jawab, termasuk saya," ucap Basuki usai rapat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (25/2).

Basuki meminta tak perlu dibedakan kewenangan Pemprov DKI dan pemerintah pusat dalam menangani banjir Jakarta. Yang penting, tidak ada tumpang tindih pekerjaan.

Dalam hal ini, Pemprov DKI dan Kementerian PUPR mengelola pompa air berbeda di Jakarta yang difungsikan saat banjir melanda.

"Komitmen kami jangan ada duplikasi, pompa mana saja datang duluan, karena ini ibu kota negara kewenangan kan hanya untuk sistematika saja, tapi kondisi darurat banjir kita bersama," ucapnya.
Banjir Jakarta Bundaran Bank Indonesia

Basuki menyebut pihaknya sedang berupaya mencegah banjir serupa dengan membuat embung baru, memperbaiki drainase, dan membangun pintu air agar air laut tak ikut menggenangi Jakarta.

"Saya kira yang perlu kita sentuh sekarang drainase minimal harus dibersihkan semua," pungkasnya.

Begitupun dengan Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ikut mengomentari banjir yang melanda ibu kota Jakarta. Sandi yang juga pengusaha itu mengaku prihatin atas musibah banjir yang terjadi. Ia ikut membuka posko relawan untuk menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Kali ini memang curah hujan dan perubahan cuaca ekstrem, jadi perlu waspada dan saling bantu. Jangan gaduh untuk saling salahkan. Ini kesempatan berikan kepedulian kepada sesama," kata mantan calon wakil presiden pada Pilpres 2019 itu, Selasa (25/2).

Sandi juga menyinggung soal kejadian di Cakung. Massa melakukan perusakan di Mal AEON JGC Cakung, Jakarta Timur, lantaran bangunan itu dianggap jadi penyebab banjir.

Menurut Sandi, kejadian itu akan sangat mengganggu kegiatan ekonomi, utamanya UMKM selain juga mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat. "Saya khawatir juga yang di Cakung. Itu ganggu banget UMKM karena kalau ada ketidakpastian dan ada gangguan keamanan dan kenyamanan di masyarakat akan ganggu UMKM juga. Jadi mari kita sama-sama menahan diri. Jangan saling salahkan. Apalagi salahkan ada suatu bangunan sebabkan banjir. Kita cuma butuh saling evaluasi," tuturnya.

Ketika ditanya awak media soal saran yang bisa diberikan kepada Gubernur DKI Anies Baswedan untuk menanggulangi banjir, ia hanya tertawa tanpa memberi penjelasan rinci. "Pak Anies tahu apa yang mesti dilakukan," ujarnya singkat.

Oleh karena itu, sebagai warga negara yang baik kita tidak boleh saling menyalahkan siapapun ya guys, termasuk pemimpin kita. Coba kita evaluasi lagi apa yang telah kita lakukan sebelum terjadi banjir ini, apakah kita telah membuang sampah pada tempatnya? Atau masih mager karena enggak ada yang liat? Hehe. Kita jaga lingkungan bareng-bareng yuk, bukan hanya pemimpin kita saja yg bekerja keras mengatasi banjir ini, tetapi kita sebagai rakyat nya turut ikut serta membantu mencegah banjir tersebut. Self reminder :)

Sumber :
www.kumparan.com
www.republika.com

Komentar