Reshuffle Kabinet bagi Menteri dengan Kinerja Kurang Baik, Benarkah?



Hasil gambar untuk kabinet indonesia maju

Tenaga Ahli Utama Kontor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin angkat bicara soal reshuffle yang bakal dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ali Ngabalin menyebut reshuffle kabinet bukanlah hal yang tabu.Tak hanya itu, ia bahkan menyebut reshuffle kabinet bukanlah suatu persoalan.

Hal itu terang-terangan disampaikan Ali Ngabalin melalui tayangan YouTube Talk Show tvOne, Sabtu (22/2/2020). Mulanya, Ali Ngabalin mengomentari soal sejumlah menteri yang dianggap kerap menimbulkan kontroversi. "Kalau kontroversi kan tergantung dalam perspektif mana orang melihat," ucap Ali Ngabalin.

"Bagi presiden itu kan bisa melakukan apa saja yang beliau mau dengan kabinetnya atau pemerintahannya," kata Ali Ngabalin. "Enggak ada masalah, reshuffle itu bukan sesuatu yang tabu atau sesuatu yang jadi persoalan bagi pemerintahan."

Diberitakan sebelumnya, Jokowi disebut telah mengumpulkan para pendukungnya di Istana Bogor, Jawa Barat. Dalam pertemuan itu, Jokowi disebut berbicara soal adanya reshuffle di Kabinet Indonesia Maju.

Isu reshuffle ini pertama kali disampaikan salah satu relawan Jokowi, Dede Budhyarto, melalui akun Twitter-nya yang bercentang biru, Jumat (21/2). Dalam akun Twitter-nya, Dede bercerita tentang pertemuannya dengan Jokowi di Istana Bogor bersama influencer hingga para artis pendukung Jokowi pada Selasa (18/2) lalu.

Dede mengatakan akan ada reshuffle di kabinet Jokowi. Dia pun mewanti-wanti menteri yang kinerjanya tak bagus.

"Pengen cerita hasil pertemuan dgn Presiden @jokowi, eh pulang dari Istana Bogor malah sakit. Intinya bakal ada resafel tunggu saja yah. Menteri yg kinerjanya ndak bagus klen bakalan dicukupkan," tulis Dede.

Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian menegaskan reshuffle kabinet adalah hak prerogatif Jokowi selaku presiden. Namun, menurut dia, reshuffle kecil kemungkinan terjadi mengingat masa kerja menteri-menteri Jokowi baru 3 bulan lebih. "Semuanya memang prerogatif presiden, tetapi saya kira terlalu dini untuk menyimpulkan adanya reshuffle hanya dalam hitungan 100 hari atau 3 bulan masa kerja para menteri itu," ucap Donny.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman kembali memberikan penjelasan mengenai isu reshuffle kabinet yang telah dihembuskan oleh beberapa pihak.

Fadjroel mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam silaturahmi dengan pegiat media sosial di Istana Bogor (18/2/2020) menegaskan tidak ada rencana perombakan (reshuffle) Kabinet Indonesia Maju.

Tetapi, lanjut Fadjroel, Presiden juga menegaskan agar tujuan Indonesia sentris atau pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia dapat tercapai melalui prioritas Panca Kerja Kabinet Indonesia Maju."Panca tersebut berupa pembangunan Sumber Daya Manusia, melanjutkan pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, transformasi ekonomi modern bernilai tambah, berpihak pada kemajuan lingkungan hidup dan kehidupan sosial-budaya yang berkemajuan secara efektif dan efisien," paparnya.

Dengan hal itu, kepala negara memerlukan anggota kabinet yang dapat menyesuaikan diri atau dengan fungsi kementeriannya.

"Kalau terus tidak dapat beradaptasi, pasti saya ganti," tukas Presiden Jokowi.


sumber :
www.liputan6.com
www.beritasatu.com
news.detik.com
wow.tribunnews.com

Komentar