Lampu Merah! Kasus Corona Indonesia di Atas Rata-rata Dunia | Posotif Covid-19 Pada Anak-anak Terus Bertambah di Jakarta


Satgas COVID-19 menyayangkan kasus aktif Corona kembali meningkat drastis usai sebelumnya sempat menurun di Februari 2021 dengan selisih angka lebih baik dibandingkan rata-rata kasus dunia. 

"Mulai per 18 Juni kasus aktif Indonesia sudah berada di atas rata-rata dunia, jadi saat ini kita sudah di angka 6,87 persen, dunia hanya 6,5 persen. Sedangkan angka kesembuhan kita berada di 90,38 persen sementara dunia 91,33 persen," jelas Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah dalam rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Minggu (20/6/2021).

Dewi menuturkan, kasus aktif Corona di Indonesia saat ini sudah mencapai 135 ribu dari semula angkanya berada di 94 ribu. Ia meminta hal ini menjadi perhatian bersama untuk kembali melihat strategi pengendalian pandemi COVID-19.

"Dari 94 ribu, saat ini kasus aktif kita sudah mencapai 135 ribu dan ini adalah kondisi yang harus sama-sama kita pahami, ini lampunya sudah lampu merah," bebernya.

Masih dari data yang dihimpun Satgas COVID-19, Dewi menyebut hanya ada 11 provinsi yang mencatat penurunan kasus aktif Corona sementara 23 provinsi lainnya mencatat peningkatan kasus aktif COVID-19.

Sementara selama satu bulan terakhir, terhitung sejak 31 Mei 2021, ada 7 provinsi yang mencatat lonjakan kasus aktif COVID-19 tertinggi di Indonesia termasuk DKI Jakarta.

Kasus positif Covid-19 harian di DKI Jakarta bertambah 5.582 orang per Minggu (20/6). Dari tambahan itu, 224 di antaranya adalah anak berusia 0-5 tahun.

"Dari 5.582 kasus positif, 655 kasus adalah anak usia 6-18 tahun, 224 kasus adalah anak usia 0-5 tahun, 4.261 kasus adalah usia 19-59 tahun, dan 442 kasus adalah usia 60 tahun ke atas," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes DKI, Dwi Oktavia dalam keterangannya, dikutip Senin (21/6).

"Tren kasus positif aktif pada anak di bawah usia 18 tahun terus bertambah," ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan distribusi 5.582 kasus positif tersebut. Jakarta Timur menjadi penyumbang tertinggi dengan 1.562 kasus, lalu Jakarta Barat 1.220 kasus, Jakarta Selatan 1.082 kasus, Jakarta Utara 1.042 kasus, Jakarta Pusat 669 kasus dan Kepulauan Seribu tujuh kasus

"Kecamatan dengan jumlah kasus terbanyak, antara lain Cengkareng 238 kasus, Penjaringan 208 kasus, Tanjung Priok 206 kasus, dan Cilincing 202 kasus," ucapnya.

"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 25,2 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,2 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," ujarnya.

"Target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu. Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 103.210 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 396.394 per sejuta penduduk," terangnya.

Jumlah kasus aktif di Jakarta mencapai 30.142 sehingga total kasus Corona di Jakarta yakni 474.029. Sebanyak 435.982 (92%) dinyatakan sembuh dan 7.905 (1,7%) meninggal dunia.


Sumber:

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5613686/lampu-merah-kasus-aktif-corona-ri-di-atas-rata-rata-dunia-dki-tertinggi

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210621075454-20-657042/dki-pecah-rekor-covid-19-harian-224-di-antaranya-balita

https://news.detik.com/berita/d-5613557/pikir-pikir-lagi-ajak-anak-ke-luar-rumah-ratusan-anak-dki-positif-corona

Komentar

Posting Komentar