Para Pemimpin Berkunjung ke UAH, Ada Apa?


Tuduhan penilapan uang donasi yang ditujukan kepada Ustadz Adi Hidayat dibantah dan diklarifikasi oleh UAH. Merespons hal itu, UAH akan bertemu dengan Komisi III DPR hingga berencana akan melapor ke Bareskrim Polri.

UAH telah menghimpun dana dari warga Indonesia melalui Ma'had Islam Rafiatul Akhyar (MIRA). Aksi penggalangan dana yang dimulai sejak 16 hingga 22 Mei.

UAH membantah jika donasi itu telah diambilnya. Dia meminta kepada beberapa pihak yang bersangkutan menuduh agar tidak menyebar fitnah.

"Kami juga ingatkan, bagi yang sengaja memecah belah, bahkan menghadirkan unsur-unsur fitnah, awas hati-hati ya. Kita pun akan melakukan tindakan tegas, dengan menempuh langkah hukum," tutur Adi Hidayat dikutip dari laman YouTube Adi Hidayat Official, Senin (31/5/2021).

Adapun beberapa langkah yang diambil oleh UAH untuk merespon hal tersebut adalah dengan melaporkan ke Bareskrim.

"Mengenai laporan hukum. Pihak UAH akan melaporkan pihak-pihak yang secara terbuka melakukan fitnah. Laporan hukum sedang disiapkan untuk dimasukkan ke Bareskrim Polri, bukti-bukti sudah dikumpulkan. Diharapkan hal ini menjadi pembelajaran bagi publik bahwa fitnah kepada siapa pun tidak bisa dibiarkan apalagi dibenarkan," kata Sekjen Pengurus Besar Ikatan Abituren Darul Arqam Muhammadiyah Garut (IKADAM), Fahd Pahdepie, dalam keterangan tertulis, Senin (31/5/2021).

Fahd mengaku sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak terkait rencana pelaporan ini. Dia berharap kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi publik.

"Pihak UAH sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan lembaga negara terkait untuk meneruskan pelaporan kasus hukum ini. Sampai saat ini, berbagai pihak, termasuk ormas, lembaga, maupun individu, terus memberikan dukungan untuk UAH," ujar Fahd

Pihak Ustaz Adi Hidayat (UAH) juga mengatakan pada Selasa kemarin akan bertemu dengan pimpinan MPR. Selain itu juga dilakukan dengan pimpinan Komisi III DPR.

"Insyaallah hari ini ada pertemuan dengan pimpinan MPR, pimpinan Komisi III DPR," kata Sekjen Pengurus Besar Ikatan Abituren Darul Arqam Muhammadiyah Garut (IKADAM), Fahd Pahdepie, saat dihubungi, Selasa (1/6)

Fahd mengatakan pertemuan itu untuk menghentikan narasi pembelahan. Oleh karena itu, menurutnya, kasus fitnah UAH ini bisa menjadi pembuka.

"Kita tempuh semuanya secara terukur dan terstruktur. Spiritnya ingin menghentikan kategorisasi, pengkotakan, dan pembelahan di tengah masyarakat. Insyaallah kasus UAH ini menjadi pembuka untuk upaya itu," tuturnya.

Selain menggelar pertemuan dengan pimpinan MPR dan Komisi III DPR, UAH juga berncana akan bertemu dengan pihak Polri. Mengenai pertemuan itu masih dijadwalkan.

"Sedang diagendakan pertemuan dengan pihak Polri juga," kata Fahd.

Pihak UAH sebelumnya akan melaporkan fitnah itu ke Bareskrim. Namun laporan itu belum diajukan.

"Belum," ujarnya.

Sebelum adanya pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI, Habiburokhman telah mendukung langkah Ustadz Adi Hidayat yang akan melaporkan pihak-pihak yang diduga telah memfitnah dirinya, terkait dana bantuan untuk membantu warga Palestina.

Namun, Habiburokhman pun mengaku belum mendengar bahwa Ustadz Adi akan menemui lembaganya pada hari ini. Sebab, DPR saat ini tengah libur kerja. Dia pun mengaku belum tahu rencana Ustadz Adi menemui DPR.

"Belum tau. Kalau saya sih mendukung beliau ya. Tapi enggak ada agenda itu (hari ini)," kata pria yang akrab disapa Habib itu saat dihubungi, Selasa (1/6/2021).

Habib mengaku, dirinya merasa tergerak dengan langkah Ustadz Adi Hidayat yang mengumpulkan donasi untuk warga Palestina. Dan ia menilai, donasi itu positif untuk meringankan beban penderitaan warga Palestina.

"Beliau bersedekah mengajak orang bersedekah melalui jalur yang benar. Kalo enggak salah saya liat disampaikan ke duta besar juga kan, dubes palestin," ujarnya.

"Yang kedua dipertentangkan seolah misalnya di sini, di Indonesia saja banyak orang susah kok harus bantu di Palestina, itu orang gak ngerti. Kita juga harus bantu yang di indonesia. Kalau orang yang mempertentangkan di Indonesia, jangan-jangan dia enggak pernah bantu iya kan. Jadi jangan karena kita pernah berbeda secara politik, lalu apapun yang dilakukan diserang gitu loh, itu bahaya," ungkapnya.

Ketua DPP Partai Gerindra itu juga mengaku yakin, Ustadz Adi akan transparan terhadap dana yang disalurkan untuk warga Palestina tersebut.
Pasti, gak perlu diminta (ustadz Adi akan transparan ke publik). Temen-temen yang itu kan kalau gak salah pake Lazis atau apa, pake dong transparasinya. Tak perlu diminta ya. Kita akan suport ya," tukas pria yang juga Anggota MKD DPR RI itu.

Dan pada hari Selasa, 1 Juni 2021 bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila, UAH didatangi oleh sejumlah pimpinan mulai dari pimpinan MPR, komisi III DPR, fraksi PAN, BAZNAZ, dan rektor UMJ.

Di channel YouTube nya UAH menuturkan pada tanggal tersebut, UAH telah resmi menyalurkan donasi dari masyarakat yang dititipkan padanya kepada lembaga BAZNAZ yang nantinya akan disalurkan ke LAZISMU dengan sejumlah nilai Rp 6. 307.205.389,54.

Sumber : 
https://news.detik.com/berita/d-5590224/3-langkah-ustadz-adi-hidayat-melawan-fitnah-donasi-palestina/2

https://nasional.okezone.com/amp/2021/06/01/337/2418431/anggota-komisi-iii-dpr-dukung-langkah-ustadz-adi-hidayat?page=2

https://youtu.be/BKz-iTewtto

Komentar